Sejarah Retorika dan Public Speaking


Sejarah Retorika

Objek studi retorika setua kehidupan manusia. Dalam perkembangan peradaban pidato melingkupi bidang yang lebih luas. ” Sejarah Manusia “, kata lewis copeland dalam kata pengantar bukunya tentang pidato tokoh – tokoh besar dalam sejarah. Sejak Yunani dan Roma sampai zaman kita sekarang, kepandaian pidato dan kenegarawan selalu berkaitan. Banyak jago pedang juga terkenal dengan kefasihan bicaranya yang menawan. Uraian sistematis pertama diletakkan oleh orang syracuse, sebuah koloni yunani di pulau Sicilia. Masih di pulau Sicilia, tetapi di Agrigenturn hidup empedocles (490 – 430 SM), filosof, mistikus, politisi dan sekaligus orator. Ia cerdas dan banyak menguasai pengetahuan. Ia pernah berguru kepada phytagoras dan menulis “The Nature Of  Things”. Sebagai orator menurut Aristoteles, ” ia mengajarkan prinsip – prinsip retorika yang kelak dijual Gorgias kepada penduduk Athena“. Tahun 427 SM Gorgias dikirim sebagai duta ke Athena, negeri itu sedang tumbuh menjadi negara yang kaya. Bersama Phytagoras dan kawan – kawan, Gorgias berpindah dari satu kota ke kota lain, mereka adalah “dosen – dosen terbang”. Phytagoras menyebut kelompoknya Sophistai, “guru kebijaksanaan”, sejarahwan menyebut mereka kelompok sophis. Mereka berjasa mengembangkan retorika dan mempopulerkannya, buat mereka Retorika bukan hanya sebuah pidato tetapi meliputi pengetahuan sastra, gramatika dan pengetahuan. Ada 2 tokoh yang ahli pidato contoh : Demosthenes danIisocrates. Berbeda dengan Gorgias, Demosthenes mengembangkan gaya bicaraa yang berbunga – bunga, tetapi jelas dan keras. Gaya bahasa isocrates telah mengilhami tokoh – tokohRetorika sepanjang zaman: Cicero, Milton,Masillon, Jeremy Taylor dan Edmund Burke. Murid Socrates yang menerima pendapat gurunya tentang sophisme adalah Plato. Aristoteles murid Plato yang paling cerdas melanjutkan kajian Retorika ilmiah. TeoriRretorika Aristoteles sangat sistematis dan komprehensif, pada satu sisiRretorika telah memperoleh dasar teoritis yang kokoh. Retorika abad pertengahan dikenal dengan sejak zaman Yunani sampai zaman Romawi, Retorika selalu berkaitan dengan kenegarawanan. Abad pertengahan sering disebut abad kegelapan juga buat Retorika. Abad pertengahan berlangsung selama seribu tahun (400 – 1400) Di eropa selama periode panjang itu, warisan peradaban Yunani diabaikan. Aliran Retorika modern pertama dikenal dengan gerakan epistemologi dan aliran kedua dikenal dengan belles lettres sedangkan aliran ketiga dikenal gerakan elokusionis. Dalam perkembangannya gerakan elokusionis dikritik karena perhatian dan perhatian berlebihan pada teknik, dimana pembicara tidak lagi berbicara dan bergerak secara spontan. Pada abad ke 20, retorika mengambil manfaat dari perkembangan ilmu pengetahuan modern, khususnya ilmu – ilmu perilaku seperti psikologi dan sosiologi. Istilah Retorika pun mulai digeser oleh speech, speech communication, oral communication atau public speaking. Pada waktu mendatang ilmu ini tampaknya akan diberikan juga pada mahasiswa – mahasiswa di luar ilmu sosial.

Public Speaking

Public Speaking adalah salah satu bagian dari komunikasi , kita harus memahami bahwa tujuan komunikasi adalah supaya orang lain mengetahui apa yang anda sampaikan, melaksanakan apa yang kita mau dan mengikuti apa yang kita katakan. Setiap profesi memiliki tujuan yang berbeda dalam public speaking. Tentu seorang MC punya tujuan yang berbeda dengan seorang sekretaris, seorang motivator berbicara di depan umum. Begitu pula dengan pelawak, guru, pemilik usaha, manager atau dosen. Jadi tanyakan pada diri kita, apa profesi kita dan apa tujuan kita berbicara didepan umum. Ada 4 macam pidato berdasarkan persiapannya: 1. Impromtu adalah pidato dadakan tanpa ada persiapan yang matang. 2. Manuskrip adalah pidato dengan menggunakan naskah, dimana juru pidato membacakan naskah pidato dari awal sampai akhir. Manuskrip ini cocok untuk tokoh nasional, bisa juga menghindari kesalahan kata – kata / data. 3. Memoriter adalah pesan pidato ditulis kemudian diingat kata demi kata, seperti manuskrip. 4. Ekstempore adalah jenis pidato yang paling baik dan paling sering dilakuakan oleh juru pidato yang mahir. Ada 3 prinsip penyampaian pidato agar berjalan dengan baik, yaitu : 1. Kontak, melihat langsung pada khalayak dengan cara keseluruhan dan dengan perhatian terbagi, tidak terpaku pada catatan materi pokok, kontak seperti ini disebut kontak visual sedangkan kontak mental dengan memperhatikan umpan balik atau respon dari khalayak. 2. Olah vokal, mekanismenya mengubah bunyi menjadi kata, ungkapan atau kalimat. Karakter dari olah vokal memberikan efek komunikasi. 3. Olah visual, berkaitan dengan ekspresi pembicara dalam menyampaikan makna, menarik, perhatian dan menumbuhkan kepercayaan diri dan semangat. Disamping menyampaikan makna, gerak fisik dapat memelihara dan menarik perhatian. Jadi 3 hal yang harus diperhatikan dalam penyampaian pidato adalah poise, pause, pose. Poise artinya kepercayaan diri dan ketenangan, Pause artinya hentian yang tepat yang menunjukkan olah vokal yang baik, Pose artinya penampilan saat berpidato.

0 komentar:

Poskan Komentar